Followers

Thursday, April 28, 2011

Egokah Aku???

assalamuaa'laikum sahabat sekalian...
bila kaki sakit kita boleh sapu kaki kita dengan ubat,
bila hati kita sakit, siapa yang boleh sembuhkan???
kita sendiri belum tentu dapat sembuhkannya,
walau hati itu adalah hati kita.....
Apa sebenarnya yang dinamakan EGO???Bila kita tak luahkan perasaan, itu dinamakan EGO???
Bila kita pendam semua perasaan kita, itu dinamakan EGO???
Bila kita control perasaan supaya tidak terlalu ketara, itu dinamakan EGO???
Sebenarnya aku sendiri tak memahami definasi EGO...
Bagi aku setiap manusia mempunyai definisi EGO yg berbeza...
Aku merasakan itu hanya perasaan takut untuk dikecewakan tapi kebanyakan orang mengatakan ianya EGO...
Aku control perasaan gembira kerana takut apa yang aku harapkan tak menjadi, itu dinamakan EGO???
Aku control perasaan marah kerana tak nak ada yang terasa hati, itu dinamakan memendam perasaan???
Bukan EGO ke???
Sebenarnya apa definisi EGO???
Aku perlu tahu apa yang dinamakan EGO...

Banyak mendengar dan rendah hati sejatinya saling bertautan. Sifat banyak mendengar yang dipunyai oleh seseorang, niscaya akan berdampak atau berpotensi menjadikan orang tersebut bersifat rendah hati. Sebaliknya, orang yang bersikap rendah hati (humble) akan lebih banyak mendengar. Mengapa demikian ?Salah satu ciri kerendahan hati adalah mau mendengar pendapat, saran dan menerima kritik dari orang lain. Sering dikatakan bahwa Tuhan memberi kita dua buah telinga dan satu mulut, yang dimaksudkan agar kita lebih banyak mendengar daripada berbicara. Kadang-kadang hanya dengan mendengarkan saja, kita dapat menguatkan orang lain yang sedang dilanda kesedihan atau kesulitan.Haru
s diakui, kegiatan mendengar bukanlah suatu pilihan yang kita ambil dengan perasaan suka cita. Hampir bisa dipastikan, kebanyakan orang lebih suka berbicara bukan ?
Bercakap pasal ego... aku merasaka sifat macam ni patut dibuang dalam diri seseorang..
tapi bukan senang bila ianya dah sebati lam diri kita... sebagai contoh , kita banyak bercakap dan sukar untuk mendengar pendapat orang lain..kadang2 ianya bersangkutan dengan sifat kebiasaan kita yang lantang bersuara tanpa memikirkan orang sekeliling . Kita berasa kurang senang di tegur banyak kali..tegur sikit2 sudah la tak payah nak membebel plal suka hati aku lah sapa kau nak tegur2 aku ha. Cemburu bila melihat orang lain hebat..eleh dia tuh
biasa je bukan hebat un nak seribu daya tak nak seribu dalih... Itulah lebih kur
ang perasaan dan pemikiran orang yang ada sifat ego pada sudut negatif.Tapi bila soalan ini diajukan kepada teman atau pun kepada saudar-saudara yang dike
nali, tak ramai yang sudi menghulurkan bantuan untu menyelesaikan masa
lah ni.. Orang yang tak rase tak pelah kan... yang menanggung dan or
ang sekeliling yang terpaksa berhadapan dengan orang yang ada masalah ini pun turut terseksa sama sekali..
Cubalah bercermin ke diri kita sendiri. Kita senang mengungkapkan gagasan-gagasan kita. Kita juga merasa lebih enak memperkenalkan posisi, menonjolkan pendapat dan perasaan kita.Sebenarnya, kebanyakan orang tidak ingin mendengar seperti halnya keinginan mereka berbicara dan didengarkan. Karena itulah kita lebih memusatkan perhatian pada kata-kata yang akan kita ucapkan daripada memberi perhatian penuh pada apa yang diutarakan orang lain. Selain itu, kita sering menyaring kata-kata orang lain berdasarkan pendapat dan kebutuhan kita sendiri.Jika kita melihat sisi negatif, mendengarkan orang yang sedang berbicara terkadang tanpa kita sedari terasa membebani kita.Namun jika kita selalu melihat sisi positif, dengan mau mendengar pendapat orang lain, kita dapat memecahkan sebahagian besar masalah yang sedang dihadapi oleh orang tersebut. Mendengar juga bererti mau membuka diri dan menerima. Suatu sifat yang menggambarkan kerelaan untuk menerima kelebihan dan kekurangan orang lain maupun diri kita sendiri. Kadang -kadang kita dapat terima dan kadang-kadang tidak,penyakit apakah itu pula???

Sikap rendah hati, mengharuskan kita membuang ego jauh-jauh. Dan hal ini, kadang bagi sebagian orang sangat sulit dilakukaan ! Di antara sekian banyak ego antara lain adalah ego ingin menonjol, ingin dominan, ego ingin lebih dikenal ataupun ego ingin selalu didengar dan diperhatikan orang lain.Ego-ego ini akan sulit dihilangkan jika kita tidak mempunyai keinginan untuk berubah dari yang bersikap sombong mau menang sendiri berubah menjadi bersikap rendah hati.Jika kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, sifat orang yang tidak rendah hati, diantaranya adalah pertama, tidak bisa menerima kritikan walaupun itu sesuatu yang konstruktif.
Kalau adapun yang suka menerima kritikan tapi dalam hati errrggghhhh....bahaya jugak kan???



berjihad untuk menentang keegoan...pang!!!!!!

Ketika menerima kritikan, hal pertama yang dilakukan adalah menolak dan mencari alasan pembenaran untuk menutupi kelemahannya. Jika kita melihat dari sisi positif kritikan sebenarnya adalah ungkapan tulus orang lain yang mau menunjukkan kekurangan yang ada pada diri kita.Justru seharusnyalah kita berterimakasih jika ada teman atau sahabat yang bersedia mengkritik.Namun harus diakui kebanyakan dari kita lebih suka minta dipuji daripada dikritik. Kemudian yang kedua, tidak mau menerima kelebihan yang dimiliki orang lain. Idealnya, segala sesuatu yang menunjukkan kelebihan positip yang dimiliki orang lain hendaknya dikagumi. Sejatinya, mengagumi kelebihan orang lain, akan menjadikan kita terobsesi untuk meneladani orang tersebut.Belajar dari kelebihan orang lain akan membantu kita untuk menyingkap sikap-sikap kita yang selama ini tanpa kita sedari banyak kekurangannya.
Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa membuat orang yang di atasnya merasa nyaman dan membuat orang yang di bawahnya tidak merasa minderJim Collins, pakar management kondang, dalam bukunya yang sangat bagus, Good to Great, mengajarkan kepada kita, bagaimana sikap rendah hati itu harus dimiliki oleh para pemimpin masa kini. Ada beberapa hal yang menarik dari hasil penelitian Collins dan dua puluh orang asistennya selama lima tahun dengan metodologi ilmiah yang sangat solid, yang menjadi bahan dasar bukutersebut. Dari awal, Collins sudah berkali-kali berpesan kepada tim risetnya untuk tidak memedulikan faktor pemimpin dalam mencari kunci sukses perusahaan. Ia sadar bahwa kepemimpinan memang cenderung “bersifat romantis” yaitu kalau perusahaan sukses, itu pasti karena pemimpinnya, demikian juga kalau gagal jangan selalu menyalahkan anak buah.
Menurut Collins, pemimpin yang disebut sebagai “Level 5 Leaders” adalah para pemimpin yang rendah hati, tidak pernah menyombongkan diri, bahkan cenderung pemalu. Mereka menunaikan tugas dengan diam-diam tanpa berupaya mencari perhatian dan pujian publik. Apabila mereka berhasil, mereka selalu berusaha untuk memberi kredit kepada orang lain atau hal lain di luar diri mereka. Apabila ada kegagalan, mereka bertanggung jawab secara pribadi dan tidak mencari kambing hitam.
*walau ape pun orang nak kater... ape yang kita rase tak suma orang tahu.. memang kita rase kita ego dan sume orang tahu... tapi yang tanggung kita jer kan... diharapkan melalui teks n post aku nih... penyakit ni dapat di sembuhkan ... kalu dengan berkata-kata dan penonjolan aku dalam persatuan atau mana2 aktiviti menyebabkan aku dihidap penyakit ini maka aku sanggup untuk mengundurkan diri demi menjaga hati ini.......yang melihat yang tidak akan dapat memahami diharapkan dapat memahami walaupun kamu tidk akan pernah faham....

5 comments:

  1. Wahai sahabatku sayang~

    Bila kaki sakit kita boleh sapu kaki kita dengan ubat...ye,betul..
    Bila hati kita sakit, siapa yang boleh sembuhkan??
    Sayang,Allah lah yang boleh sembuhkan sakit di hati kita.Minta padanya..InsyaAllah.

    Andai diri ini pernah menegurmu dgn cara yang salah atau diri ini melanggar limit 'teguran' itu.
    Andai diri suka 'membebel' pd dirimu.
    10 jari ku susun,maaf ku pinta..

    Sesungguhnya,kritikan dan teguran yang sahabat2 mu berikan kerana kami sayang kan kamu our most cheerful friend :D & demi persahabatan kita semua :)

    ReplyDelete
  2. thanks raihan kerna memhami sarah
    sudah lama .,... dulu sarah da sahabat baik tapi kita orang terpisah,,, dulu sarah cuba mencari sahabta sejati tapi sarah di lukai,,, tapi kini sarah bahagia kerana di anugerahkan sahabat yang sejati macam korang tapi tak dinafikan saya masih takut,,, takut kamu akan hilang dari hidup sarah suatu hari nanti.....love you all...

    ReplyDelete
  3. setiap yang allah ciptakan,ada kepentingannya,begitu juga dengan kewujudan 'ego'...ego itu penting,tidak perlu dibuang,cuma perlu tahu bagaimana mahu menguruskannya...:)...

    ReplyDelete
  4. salam alaik ya ukhti mahbubah..

    xde masalah ada ego..

    be uselp la..

    same3 mnegur..yg baik amik..yg buruk buang jejauh..hehe

    ReplyDelete
  5. mar...macammana agaknya menguruskan ego yang mar maksudkan???

    ReplyDelete